Mengkaji Pengelolaan Wisata Berkelanjutan di Klurak Eco Park, Pacet, Mojokerto

-

TOURISM & DESTINATION

Grace Sissela Marpaung - Dosen Pariwisata UPN “Veteran” Jawa Timur

5/22/20262 min read

Kawasan Pacet sejak lama dikenal sebagai daerah wisata pegunungan dengan udara sejuk, lanskap hijau, serta potensi sumber daya alam yang mendukung aktivitas rekreasi berbasisalam. Klurak Eco Park sebagai salah satu daya tarik wisata yang memiliki konsep eco park, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan. Di tengah meningkatnya tren wisata berbasis healing dan rekreasi alam, kondisi tersebut memberikan peluang besar untuk wisata alternatif di Mojokerto.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Klurak Eco Park seperti, berenang di kolamrenang, trekking di sekitar hutan pinus, bermain air di sungai, camping, berfoto di spot fotoyang telah disediakan, bahkan pengelola menyediakan aktivitas outbond. Selain berfungsi sebagai ruang rekreasi, kawasan wisata alam seperti Klurak Eco Park juga memiliki nilaiekologis yang penting. Ruang hijau di kawasan pegunungan berperan dalam menjaga kualitas udara, tata air, dan keseimbangan lingkungan kawasan wisata.

Tantangan terbesar dalam pengelolaan wisata alam saat ini adalah bagaimana menjaga daya dukung lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas wisata. Peningkatan jumlah pengunjung sering kali membawa permasalahan seperti; persoalan sampah, kerusakan vegetasi, perubahan tata ruang, hingga pembangunan fasilitas yang berlebihan. Jika tidak dikelola dengan baik, perkembangan wisata justru dapat mengurangi kualitas pengalaman wisatawan sekaligus merusak lanskap alam kawasan.

Penguatan aspek konservasi lingkungan perlu menjadi bagian utama dalam pengembangan kawasan. Pengelolaan sampah berbasis lingkungan, pembatasan pembangunan di area sensitif, penggunaan material ramah lingkungan, hingga pelestarian vegetasi alami menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan di wisata Klurak Eco Park.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi faktor penting dalam pembangunan wisata berkelanjutan. Kehadiran wisata seharusnya mampu memberikan manfaat ekonomisecara langsung kepada masyarakat sekitar melalui pengembangan UMKM, kuliner lokal, maupun ekonomi kreatif berbasis komunitas. Ketika masyarakat memperoleh manfaat dari aktivitas wisata, maka peluang terciptanya kesadaran kolektif untuk menjaga kawasan wisatajuga akan semakin besar.

Konsep eco park seharusnya tidak berhenti pada nama atau branding kawasan, tetapi diwujudkan melalui aktivitas wisata yang membangun kesadaran ekologis pengunjung. Edukasi mengenai pengelolaan sampah, konservasi alam, penggunaan plastik ramah lingkungan, hingga etika berwisata di kawasan alam dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan.

Penataan kawasan wisata juga perlu memperhatikan aspek tata ruang dan kenyamanan pengunjung. Pengembangan fasilitas wisata harus tetap mempertahankan karakter alami kawasan agar tidak berubah menjadi ruang wisata yang terlalu padat dan kehilangan identitas ekologisnya. Jalur pedestrian, ruang hijau terbuka, area istirahat, dan fasilitas publik lainnya perlu dirancang secara proporsional dan menyatu dengan lanskap alam.

Pengembangan Klurak Eco Park memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelolawisata, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, hingga masyarakat lokal. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan bahwa pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sekitar

black blue and yellow textile

Share your inspiring journey